Header Ads

Mengenal Planet Jupiter Lebih Jauh


Planet Jupiter merupakan planet di tata surya yang memiliki ukuran terbesar. Planet ini juga merupakan planet terbesar di Tata Surya. Jupiter merupakan raksasa gas dengan massa seperseribu massa Matahari dan dua setengah kali jumlah massa semua planet lain di Tata Surya.



Planet ini dan raksasa gas lain di Tata Surya (yaitu Saturnus, Uranus, dan Neptunus) kadang-kadang disebut planet Jovian atau planet luar. Jupiter telah dikenal oleh para astronom sejak zaman kuno, dan dikaitkan dengan mitologi dan kepercayaan religius banyak peradaban. Bangsa Romawi menamai planet ini dari dewa Jupiter dalam mitologi Romawi.

Saat diamati dari Bumi, magnitudo tampak Jupiter dapat mencapai −2,94, yang cukup terang untuk menghasilkan bayangan, dan juga menjadikannya objek tercerah ketiga di langit malam setelah Bulan dan Venus, walaupun Mars dapat menyaingi kecerahan Jupiter pada saat tertentu.

Jupiter sebagian besar terdiri dari hidrogen dan helium. Seperempat massa Jupiter merupakan helium, walaupun jumlahnya hanya sepersepuluh komposisi Jupiter. Planet ini mungkin memiliki inti berbatu yang terdiri dari unsur-unsur berat, namun tidak memiliki permukaan yang padat layaknya raksasa gas lainnya. Akibat rotasinya yang cepat, planet ini berbentuk bulat pepat (terdapat tonjolan di sekitar khatulistiwa Jupiter). 

Atmosfer luar terbagi menjadi beberapa lapisan di lintang yang berbeda, dan interaksi antara batas-batas lapisan tersebut menghasilkan badai. Salah satu dampaknya adalah Bintik Merah Raksasa, yaitu badai besar yang telah diketahui keberadaannya semenjak abad ke-17 dengan menggunakan teleskop. Di sekeliling Jupiter terdapat cincin yang tipis dan magnetosfer yang kuat. Selain itu terdapat paling tidak 67 satelit alami, termasuk empat satelit besar yang disebut satelit-satelit Galileo yang pertama kali ditemukan oleh Galileo Galilei pada tahun 1610. Satelit terbesar Jupiter, yaitu Ganymede, memiliki diameter yang lebih besar daripada planet Merkurius.

Dimensi Planet Jupiter

Jupiter memiliki diameter sekitar 142.984 Km,sebelas kali lebih besar daripada Bumi.Jupiter memiliki massa 317.8 massa Bumi,kepadatannya 1.326 g/cm3.

Perihelion Jupiter sekitar 740.5 juta Km, Aphelionnya sekitar 816.5 juta Km, sumbu semi mayor (jarak rata-rata dari Matahari) sekitar 778,5 juta Km (5.2 AU). Jupiter berotasi sekitar 9 jam 55 menit 30 detik Bumi dan berevolusi selama 11.86 tahun Bumi,Jupiter adalah planet dengan kecepatan rotasi tercepat di tata surya.

Suhu di planet Jupiter sangat dingin yaitu sekitar -161 derajat celcius (pada tekanan 0,1 bar) sampai -108 derajat celcius (pada tekanan 1 bar) dan suhu rata-ratanya -130 derajat celcius. Jupiter mempunyai gravitasi 2.52 kali Bumi,jika di Bumi beratmu 50 Kg maka di Jupiter beratmu menjadi 126 Kg. Jupiter memiliki medan magnet yang sangat kuat dan luas,bahkan medan magnetnya bisa melampaui orbit Saturnus.

Komposisi

Atmosfer atas Yupiter terdiri dari 88–92% hidrogen dan 8–12% helium berdasarkan persen volume atau fraksi molekul. Karena massa atom helium empat kali lebih besar dari massa atom hidrogen, komposisi berubah bila dideskripsikan berdasarkan proporsi massa. Maka, atmosfer Yupiter terdiri dari 75% hidrogen dan 24% helium berdasarkan massa, dengan satu persen sisanya merupakan massa unsur-unsur lainnya. 

Bagian dalam Yupiter mengandung materi yang lebih padat sehingga persebarannya berdasarkan massa kurang lebih 1% hidrogen, 24% helium, dan 5% unsur lain. Atmosfer Yupiter mengandung metana, uap air, amonia, dan senyawa berbasis silikon. Terdapat pula karbon, etana, hidrogen sulfida, neon, oksigen, fosfin, dan sulfur. Lapisan atmosfer terluar mengandung kristal amonia beku. Melalui pengukuran inframerah dan ultraviolet, keberadaan benzena dan hidrokarbon lain juga ditemukan.

Proporsi hidrogen dan helium di atmosfer hampir sama dengan komposisi nebula matahari primordial secara teoretis. Kandungan neon di atmosfer atas hanya 20 bagian per juta, kurang lebih sepersepuluh dari Matahari.

Kandungan helium juga terkuras hingga hanya 80% dari komposisi helium Matahari. Hal ini mungkin disebabkan oleh presipitasi unsur tersebut di bagian dalam planet. Keberlimpahan gas lembam berat di atmosfer Yupiter kurang lebih dua hingga tiga kali kandungan di Matahari.

Spektroskopi menunjukkan bahwa komposisi Saturnus mirip dengan Yupiter, namun raksasa-raksasa gas lain, yaitu Uranus dan Neptunus, relatif memiliki lebih sedikit hidrogen dan helium.

Baca Juga5 Planet Kepler yang Menjadi Kembaran Bumi

Fakta Menarik seputer planet Jupiter

Seperti yang dilansir amazine.co, Berikut adalah fakta dan informasi mengenai planet raksasa Jupiter:

1. Red spot (bintik merah) di Jupiter sebenarnya merupakan badai yang berukuran lebih besar dari bumi.

Bintik merah ini merupakan salah satu ciri khas Jupiter yang sudah ditemukan selama setidaknya 300 tahun dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Meskipun bintik merah nampak kecil dibanding ukuran Jupiter, tapi badai ini dapat dengan mudah menelan bumi saat melewatinya.

2. Jupiter memiliki cincin.

Planet bercincin umumnya identik dengan Saturnus. Kenyataannya, semua planet Jovian (harfiah: planet yang seperti Jupiter) sebenarnya memiliki cincin.

Hanya saja, cincin yang dimiliki Jupiter amat samar sehingga sulit terlihat bahkan dengan teleskop sekalipun.

3. Jupiter memiliki gravitasi terkuat diantara semua planet dalam tata surya.

Matahari jelas memiliki tarikan gravitasi yang lebih kuat, namun di antara semua planet, Jupiter adalah jawaranya.

Kekuatan gravitasi rata-rata di permukaan Jupiter lebih dari 3 kali gravitasi bumi.

4. Jupiter adalah planet yang berotasi paling cepat.

Satu hari di bumi berlangsung selama 24 jam. Di sisi lain, Jupiter hanya memerlukan waktu kurang dari 10 jam (9 jam dan 55 menit) untuk melakukan rotasi.

Fakta ini bahkan lebih mengesankan menimbang ukuran Jupiter yang fantastis.

5. Jupiter menghasilkan radiasi sendiri.

Planet dan benda angkasa bisa terlihat dari bumi karena memantulkan cahaya (radiasi) matahari.

Sebagian besar planet mengandalkan cara ini agar bisa terlihat. Namun hal ini tidak berlaku untuk Jupiter.

Jupiter (dan Saturnus melalui proses yang agak mirip) mampu memancarkan energi (radiasi) sendiri.

Penjelasannya, Jupiter sebenarnya mengalami penyusutan dan seiring prosesnya melepaskan energi gravitasi.

6. Jupiter memiliki lebih dari 60 bulan.

Dikatakan lebih dari 60 karena belum diketahui persis berapa bulan yang sebenarnya dimiliki Jupiter.

Selain bulan, berbagai asteroid juga mengorbit Jupiter akibat terperangkap gravitasinya yang kuat.

7. Ganymede merupakan bulan terbesar di Jupiter sekaligus di seluruh tata surya.

Untuk rekor paling besar Jupiter memang juara sejati. Tidak hanya menjadi planet terbesar, bulan terbesar yang dimiliki Jupiter juga merupakan yang terbesar di tata surya.

8. Jupiter terlihat langsung tanpa menggunakan teleskop.

Tidak hanya bisa dilihat langsung pada langit malam yang cerah, Jupiter juga merupakan salah satu obyek paling terang di langit.

9. Medan magnet Jupiter 14 kali lebih kuat dari bumi.

Karena medan magnet yang kuat, aurora cerah akan terlihat di Jupiter saat menggunakan peralatan yang tepat.

10. Jupiter pernah ditabrak sebuah komet.

Belum pernah sebelumnya para ilmuwan menyaksikan secara langsung sebuah planet yang ditabrak komet.

Pecahan komet Shoemaker-Levy 9 teramati menabrak Jupiter yang menghasilkan titik gelap di daerah benturan.

Video Tentang Planet Jupiter

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.